Bersihkan hati di Bulan yang suci
Disampaikan oleh ust. Marzuki ( imam mesjid jami’ mabrur glp. Minyeuk pada khutbah jum’at)
Assalamualikumwarahmatullahiwabarakatuh
Seperti biasanya, pada hari jum’at seluruh ummat muslim yang ikhwan pergi ke mesjid untuk menunaikan salat fardhu jum’at. Saya, kebetulan sedang berada di kampong halaman, menghadiri salat jum’at di mesjid jami’ mabrur glp. Minyeuk. Berikut intisari ceramah yang disampaikan oleh ust. Marzuki pada salat jum’at 26-agustus-2011 :
Sebuah hadis dari Anas bin Malik mengisahkan tentang seorang yang menjadi ahli syurga. Pada suatu hari Nabi Muhammad SAW sedang berbincang—bincang bersama sahabat didalam masjid, pada waktu itu Nabi Muhammad bersabda :” sebentar lagi akan lewat seorang ahli syurga dihadapan kita”, para sahbat pun menunggu, dan ternyata lewat lah seorang pemuda dari golongan anshar yang dimaksudkan oleh Nabi SAW. Di hari kedua nabi Muhammad kembali mengulang sabda beliau : “sebentar lagi akan lewat seorang ahli syurga dihadapan kita”,dan yang lewat pun pemuda yang sama, hingga pada hari ketiga pun Nabi Muhammad kembali mengulang sabda beliau : “sebentar lagi akan lewat seorang ahli syurga dihadapan kita”. Sehingga timbul tanda tanya pada diri seorang Abdullah ibnu Umar apa yang menjadi keistimewaan pemuda tersebut sehingga Rasulullah menyebutnya sebagai ahli syurga.
Pada suatu hari, untuk mengungkap tanda Tanya pada diri Abdullah ibnu Umar, maka ia mengikuti pemuda tersebut hingga ke rumahnya, dan sesampai dirumah pemuda tersebut Abdullah mengatakan padaya “ wahai saudaraku, sesungguhnya sekarang ini aku sedang bertengkar dengan istriku dirumah, shingga aku tidak bias pulang ke rumah, bolehkan aku menginap dirumahmu?, kemudian pemuda tersebut menjawab “ wahai saudaraku, tentu saja boleh, dengan senang hati saya menerima anda untuk menginap dirumah saya”. Atas jawaban tersebut Abbdullah ibnu umar pun menginap dirumah oemuda tersebut selama 3 hari dengan maksud dan tujuan untuk mengetahui, Ibadat apa yang dilakukan pemuda tersebut hingga ia disebut sebagai ahli syurga oleh Rasulullah SAW. Akan tetapi dari hari pertama sampailah pada hari ketiga Abdullah ibnu Umar memantau pemuda tersebut, tidak ada kelebihan ataupun keistimewaan dalam melakukan ibadah, tak pernah ia melihat pemuda tersebut bangun di malam hari untuk membaca AlQuran atau pun tahajjud, tetapi mengapa rasul mengatakan ia adalah ahli syurga. Sehingga Abdullah ibnu Umar menceritakan yang sebenarnya pada pemuda tersebut dan bertanya :” sebenarnya, saya tidaklah sedang bertengkar dengan istri saya, akan tetapi saya sengaj menginap dirumah saudara karena ingin melihat ibadah yang anda lakukan dirumah , sehingga rasul mengatakan anda adalah ahli syurga, akan tetapi selama 3 hari ini tidak ada ibadah khusus yang anda lakukan tetapi mengapa anda disebut sebgai ahli syurga?, kemudian pemuda tersebut menjawab “ sesungguhnya saya adalah apa yang anda lihat, tidak kurang dan tidak lebih. Akan tetapi saya adalah orang yang tidak pernah dengki terhadap orang lain, saya menganggap diri saya adalah sebagai mayat, sehingga apapun yang dikatakan orang terhadap saya, saya tidak menaruhnya didalam hati” maka pada saat itulah Abdullah Ibnu Umar sadar, bahwa kebersihan hati pemuda tersebut telah menjadikannya sebagai ahli syurga.
Kaum Muslimin yang berbahagia, hati ibarat bejana, jika kita mengisi bejana tersebut dengan air yang jernih maka bersihlah bejana itu, tetapi jika kita mengisi nejana tersebut dengan lumpur ataupun air yang keruh, maka keruhlah air itu. Allah tidak memandang seseorang dari fisiknya akan tetapi hatinya. Seorang yang beribadah walaupun ibadahnya sederhana akan tetapi hatinya bersih maka itu lebih baik daripada beribadah akan tetapi diselimuti dengan hati yang kotor. Wallahua’lam bissawaf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar