Februari 21, 2013

Faktor penyebab menurunnya elektabilitas partai Islam, khususnya di Aceh



Faktor penyebab menurunnya elektabilitas partai Islam, khususnya di Aceh
                Aceh merupakan provinsi dengan jumlah pemeluk islam terbanyak dibandingan dengan provinsi lain yang ada di Indonesia, bisa dikatakan hamper 100% penduduk aceh memeluk agama islam, hanya ada sebagian kecil atau minoritas yang beragama non-muslim, itupun bukan penduduk asli atau pribumi melainkan pendatang yang kemudian menetap di Aceh.
                Orang Aceh sangat fanatic terhadap yang namanya Agama, jika berbicara masalah agama, maka orang aceh tidak mau kalah, bahkan jika ada yang mengolok-olokkan agama, maka orang aceh siap mati untuk membela agamanya walaupun dia tsendiri tidak shalat. Tulah gambaran bagaimana kentalnya islam ataupun agama islam dalam diri orang Aceh.

                Jika dihubungkan dengan partai politik, seharusnya partai politik islam dapat berkembang dengan pesat dan memperoleh simpati yang tinggi di daerah Aceh, dikarenakan orang aceh yang fanatic tadi. Partai islam seharusnya dapat memaksimalkan perolehan suara dalam pemilihan umum di daerah seperti Aceh. Namun, elektabilitas partai politik berlandaskan islam agaknya tidak seperti yang diharapkan di bumi seramoe mekkah, kemenangan suara terhadap partai islam sangat sedikit bahkan bisa dikatakan suara malah didominasi oleh partai lokal yang tidak berembelkan islam.
                Rata-rata kabupaten memenangkan bupati dari partai Aceh , sanga sedikit yang memenangkan selain partai Aceh. Bahkan pemerintahan tertinggi provinsi pun dumenangi oleh partai Aceh selama  2 kali berturut-turut sejak ditanda tangannya MoU kesepahaman di Helsinki. Sekilas mungkin kita beranggapan bahwa menurunnya elektabilitas partai islam di Aceh dikarenakan euphoria partai lokal yang merupakan hak istimewa daerah Aceh, dimana daerahh lain tidak memiliki euphoria ini, sehingga masyarakat Aceh lebih memilih partai lokal disbanding partai nasional meskipun berembelkan islam didalamnya. Namun, jika analisa ini benar, kenapa partai lokal yang berembelkan islam juga menurun elektabilitasnya. Seperti partai PDA, partai ulama aceh dll, padahal partai-partai ini juga partai lokal. Semestinya partai-partai ini memiliki suara yang tinggi karena memiliki dua kelebihan, yaitu pertama status mereka sebagai partai lokal dan yang kedua status meeka yang sebagai partai islam, namun tetap kedua hal tersebut tidak mendongkrak elektabilitas partai tersebut.
                Oleh karenanya, timbul sebuah tanda Tanya, mengapa hal ini terjadi. Beberapa dugaan muncul mengenai jawaban apa yang sebenarnya melatar belakangi masalah ini. Disatu sisi mungkin rakyat aceh menaruh harapan yang besar kepada mantan pejuang GAM yang dulunya berjuang secara anarkis dan sekarang rakyat aceh meletakkan mandatnya secara kepemerintahan. Atau partai aceh sendiri memiliki power atau kekuatan strategi untuk mendapatkan suara yang sangat jitu, sehingga bisa mendominasi pemilukada di tiap 5 tahunnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar