Faktor penyebab
menurunnya elektabilitas partai Islam, khususnya di Aceh
Aceh merupakan provinsi dengan
jumlah pemeluk islam terbanyak dibandingan dengan provinsi lain yang ada di
Indonesia, bisa dikatakan hamper 100% penduduk aceh memeluk agama islam, hanya
ada sebagian kecil atau minoritas yang beragama non-muslim, itupun bukan
penduduk asli atau pribumi melainkan pendatang yang kemudian menetap di Aceh.
Orang Aceh sangat fanatic
terhadap yang namanya Agama, jika berbicara masalah agama, maka orang aceh
tidak mau kalah, bahkan jika ada yang mengolok-olokkan agama, maka orang aceh
siap mati untuk membela agamanya walaupun dia tsendiri tidak shalat. Tulah
gambaran bagaimana kentalnya islam ataupun agama islam dalam diri orang Aceh.
Jika dihubungkan dengan partai
politik, seharusnya partai politik islam dapat berkembang dengan pesat dan
memperoleh simpati yang tinggi di daerah Aceh, dikarenakan orang aceh yang
fanatic tadi. Partai islam seharusnya dapat memaksimalkan perolehan suara dalam
pemilihan umum di daerah seperti Aceh. Namun, elektabilitas partai politik
berlandaskan islam agaknya tidak seperti yang diharapkan di bumi seramoe
mekkah, kemenangan suara terhadap partai islam sangat sedikit bahkan bisa
dikatakan suara malah didominasi oleh partai lokal yang tidak berembelkan
islam.
Rata-rata kabupaten memenangkan
bupati dari partai Aceh , sanga sedikit yang memenangkan selain partai Aceh.
Bahkan pemerintahan tertinggi provinsi pun dumenangi oleh partai Aceh
selama 2 kali berturut-turut sejak ditanda
tangannya MoU kesepahaman di Helsinki. Sekilas mungkin kita beranggapan bahwa
menurunnya elektabilitas partai islam di Aceh dikarenakan euphoria partai lokal
yang merupakan hak istimewa daerah Aceh, dimana daerahh lain tidak memiliki
euphoria ini, sehingga masyarakat Aceh lebih memilih partai lokal disbanding
partai nasional meskipun berembelkan islam didalamnya. Namun, jika analisa ini
benar, kenapa partai lokal yang berembelkan islam juga menurun
elektabilitasnya. Seperti partai PDA, partai ulama aceh dll, padahal
partai-partai ini juga partai lokal. Semestinya partai-partai ini memiliki
suara yang tinggi karena memiliki dua kelebihan, yaitu pertama status mereka
sebagai partai lokal dan yang kedua status meeka yang sebagai partai islam,
namun tetap kedua hal tersebut tidak mendongkrak elektabilitas partai tersebut.
Oleh karenanya, timbul sebuah
tanda Tanya, mengapa hal ini terjadi. Beberapa dugaan muncul mengenai jawaban
apa yang sebenarnya melatar belakangi masalah ini. Disatu sisi mungkin rakyat
aceh menaruh harapan yang besar kepada mantan pejuang GAM yang dulunya berjuang
secara anarkis dan sekarang rakyat aceh meletakkan mandatnya secara
kepemerintahan. Atau partai aceh sendiri memiliki power atau kekuatan strategi
untuk mendapatkan suara yang sangat jitu, sehingga bisa mendominasi pemilukada
di tiap 5 tahunnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar