Agustus 20, 2011

Al-quran


Nuzulul Quran
Disampaikan oleh : ustadz Mustajab pada khutbah Jumat Mesjid Jami’  Glp. Minyeuk
Assalamualakum warahmatullahi wabarakatuh
Al-Quran diturunkan seutuhnya dalam artian secara keseluruhan dari lauf mahfud ke langit pertama atau baitul izzah dan kemudian diturunkan secara bertahap atau berangsur-asur ke bumi sesuai keadaan. Al-Quran merupakan alkitab yang sempurna dan tada keraguan didalamnya , Allah berfirman dalam Al-Quran : alif lam mim, dzalikalkitabularaibafihi hudallilmuttaqin. Yang artinya: inilah kitab yang tiada keraguan didalamnya, artinya kita sebaga ummat  islam yang menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidup sudah sepantasnya meyakini Al-quran dan seluruh isinya tanpa ada keraguan sedikitpun, bahkan Allah telah menjamin bahwa tiada satu keraguan pun dalam Al-quran
Al-Quran merupakan pedoman bagi seluruh ummat Islam di muka bumi ini, Allah berfirman dalam Al-quran tentang kaum-kaum sebelum nabi Muhammmad, tentang kaum nabi Ibrahim, tentang  nabi Yusuf, tentang kaum nabi  Nuh agar menjad pelajaran bagi kita, ini berart Al-quran mengandung cerita masa lampau yang benar adanya agar dijadikan pelajaran, begitu juga tentang masa akan datang, Allah menjelaskan bagamana kehidupan kita setelah kematian, bagaimana huru hara pada masa kiamat nanti dan lain sebagainya. Al-quran telah menjelaskan segala bentuk aspek kehidupan dengan sangat jelas. Akan tetapi ada sebahagian kita tidak mengerti apa yang dimaksudkan dengan firman-firman Allah dalam Al-Quran, yang kemudian ditafsirkan oleh Nabi Muhammad SAW yang disebut dengan hadits. Setelah tu, ada juga yang masih tidak bisa memahami maksud hadits nabi, kemudian ditafsirkan oleh sahabat dan begitulah seterusnya hingga pada masa tabi’in dan ‘alim ulama yang kemudian dijadikan dalam sebuah buku atau kitab. Akan tetapi masih saja ada orang yang belum bisa memahami AlQuran dan mencoba memahami dengan cara yang salah dan menafsirkan dengan cara yang salah. Jika kkita tidak mampu menafsirkan Al-quran maka jangan menafsirkannya. Jangan menyalahkan ayat-ayat Allah ketika kita tidak mampu menafsirkannya tetapi salahkanlah diri kita sendiri yang masih lemah dalam ilmu agama sehingga belum mampu menafsirkannya. Hal ini dapat di analogikan seperti jika kita berdiri dihadapan sebuah cermin yang besar dan kita melihat sesosok wajah yang buruk rupanya maka jangan salahkan cermin tersebut sehingga kita memecahkan cermin tersebut tetapi bahwa sungguh kejelekan itu ada pada diri kta sendiri bukan pada cermin yang memantulkan cahaya berbentuk bayangan maya kita sendiri
Al-quran merupakan petunjuk, bukan hanya bagi ummat Islam tapi juga bagi ummat selain islam. Seorang yahudi dan nasrani dapat menemukan kebenaran dalam Al-quran yang mereka tidak dapatkan dalam kitab yang lain sehingga mereka mengucapkan dua kalimah syahadah. Sangat ironi memang kita melihat ummat islam yang tidak dapat menemukan kebenaran tersebut padahal didalamnya mengandung semua jawaban atas pertanyaan yang tak terjawabkan. Ada sebahagian yang malah mempertentangkan Al-quran dan mengkaji ulang isnya, Nauzubillahi minzalik.
Alquran adalah kitab yang mengandung amal kebaikan, bayangkan saja, dengan niat hanya semata membacanya saja dapat pahala asalkan benar bacaannya, apalagi kita merenungi arti dari setiap ayat-ayat Al-quran.
Semoga kita tidak menjadi golongan orang yang mendustai ayat-ayat Alquran dan senantiasa meyakini isi kandungan Al-quran dan menjadikan Al-quran sebagai pedoman hidup. Amin ya rabbal  alamin
Wallahua’lam bissawab

3 komentar:

  1. what a wonderful writing,,,,,,hehehe tulis sendiri komen sendiri

    BalasHapus
  2. Mari baca al-Qur'an, renungkan maknanya, amalkan ajarannya!
    keep blogging!
    nice posting

    BalasHapus
  3. thanks bro,,,,,
    selalu belajar memposting,,,,,,hahha
    tapi yang agama2 biasanya orang malas bukak,,,heheh

    BalasHapus