Banyak
orang menganggap bahwa menulis adalah sebuah proses yang tidak mudah. Untuk
memulai menulis sebuah kalimat yang kemudian menjadi sebuah artikel atau bahkan
sebuah mahakarya buku merupakan sebuah proses yang panjang dan sangat
melelahkan. Dikarenakan oleh alasan yang sangat kompleks itulah, banyak orang
tidak berani untuk menulis karena menulis diangap suatu proses yang sulit dan
membutuhkan pemikiran yang tidak sederhana untuk membuat orang mengerti bahkan
tertarik dengan apa yang kita tulis.
Menulis
itu sendiri sebenarnya tergantung pada tujuan untuk apa tulisan itu dibuat.
Misalnya saja menulis untuk tujuan hiburan (entertaining purpose) seperti
menulis di blog, facebook atau buku diary,
dimana menulis untuk tujuan seperti ini tentu saja tidak begitu sulit. Penulis
tidak harus selalu terpaku pada outline, atau mengembangkan ide utama yang
harus koheren dengan EYD yang sempurna.
Namun menulis untuk tujuan menghibur adalah menulis yang apa adanya, jujur dan singkat tanpa harus terpaku pada outline seperti menulis untuk tujuan akademis. Menulis untuk tujuan akademis, seperti menulis artikel, journal, karya tulis ilmiah, laporan, skripsi, thesis, disertasi dll, sangat berbeda dengan menulis untuk tujuan hiburan. Menulis dengan tujuan ini membutuhkan petunjuk penulisan, EYD yang benar, dan metode pengutipan ide dari buku atau sumber yang lain. Biasanya menulis untuk tujuan akademis bersifat sistematis, dimulai dari bab pendahuluan hingga bab kesimpulan. Menulis yang seperti ini memang terdengar agak sedikit kaku dan sulit dilakukan bagi mereka yang kurang mengerti atau belum pernah menulis untuk tujuan akademis.
Namun menulis untuk tujuan menghibur adalah menulis yang apa adanya, jujur dan singkat tanpa harus terpaku pada outline seperti menulis untuk tujuan akademis. Menulis untuk tujuan akademis, seperti menulis artikel, journal, karya tulis ilmiah, laporan, skripsi, thesis, disertasi dll, sangat berbeda dengan menulis untuk tujuan hiburan. Menulis dengan tujuan ini membutuhkan petunjuk penulisan, EYD yang benar, dan metode pengutipan ide dari buku atau sumber yang lain. Biasanya menulis untuk tujuan akademis bersifat sistematis, dimulai dari bab pendahuluan hingga bab kesimpulan. Menulis yang seperti ini memang terdengar agak sedikit kaku dan sulit dilakukan bagi mereka yang kurang mengerti atau belum pernah menulis untuk tujuan akademis.
Ditinjau dari segi definisinya, menurut Henry Guntur Tarigan
(1986: 15), menulis adalah kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan
bahasa tulis sebagai media penyampai.
Lebih jauh lagi, Gebhardt dan Dawn Rodrigues (1989: 1)
menjabarkan bahwa Menulis merupakan salah satu hal paling penting yang kamu
lakukan di sekolah. Kemampuan menulis yang baik memegang peranan yang penting
dalam kesuksesan, baik itu menulis laporan, proposal atau tugas di sekolah.
Sebagai tambahan, McCrimmon dalam St. Y. Slamet (2008: 141)
mengungkapkan pengertian menulis sebagai kegiatan menggali pikiran dan
perasaan mengenai suatu subjek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan
cara menuliskannya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas.
Dari
semua definisi yang disampaikan oleh para ahli diatas, dapat disimpulkan bahwa
menulis itu sendiri merupakan proses mengembangkan ide sederhana menjadi sebuah
tulisan yang berguna, berdasarkan tujuannya, untuk pembaca atau bisa juga
dijadikan referensi bagi orang lain.
Sebagai kesimpulan, paradigma menulis sebagai sesuatu yang sulit semestinya tidak dijadikan alasan kenapa kebanyakan orang enggan untuk menuangkan ide mereka ke dalam bentuk tulisan, akan tetapi menjadi tantangan untuk membiasakan diri menulis dan mengubah paradigma tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar